Minggu, 25 April 2010

Jakarta Kota : Sepeda Onthel


Saya semula hanya mau ke lokasi di Jakarta Kota dekat dengan Statiun Beos untuk mengantarkan dokumen penting. Ada beberapa alternatif pilihan menuju lokasi dari arah Semanggi, naik taxi, naik ojek atau naik Bus Trans Jakarta disambung kendaraan lain. Untuk naik taxi saya merasa malam itu cukup macet kendaraan di sudirman dari kedua arah baik dari arah kota ke Blok M maupun dari Semanggi ke arah Kota. Naik taxi bukan piliha saya. Naik ojek ? Wah malam begini apalagi jauh juga dari Semangi ke kota, nanti kalau naik ojek punggung saya yang cape dan pinggang saya ototnya tegang. Naik ojek juga bukan piliha saya.

Saat ini syukurnya dari arah Blok M - Kota terdapat Bus Trans Jakarta. Terima kasih Bung Yos, pada saat di ujung kepemimpinan Gubernur di Jakarta, meskipun awalnya mendapat tentangan dari banyak pihak, akhirnya Bus Trans Jakarta diminati penduduk jakarta, termsuk saya. Pada saat jalur lalu lintas macet di banyak jalur, justru Bus Tran Jakarta dengan sombongnya menerobos kemacetan pada jalurnya tersendiri.

Setelah sampai ke Statiun ternyata ada ojek sepeda onthel. Wah asiik juga. Antara tega dan tidak tega akhirnya saya naik ojek sepeda onthel. Setahu saya di Jakarta hanya tertinggal beberapa tempat saja ada ojek sepeda onthel ini diantaranya di kota tua ini dan di daerah tanjung priok.

Selain naik sepeda onthel saya bisa melihat dari luar museum wayang yang saat itu tutup. Bisa aksi sini sana untuk melihat suasana Jakarta daerah kota tua dengan pemandangan stasiun, museum dan yang tak terlupakan naik sepeda ontehl. Heheheh...makasih ya Bang udah dikayuh sepedanya.

Sabtu, 24 April 2010

Jalan Sukabumi - Bogor, kapan realisasi jalan tol ?

macet1Macet adalah hal biasa yang terjadi di Jakarta terutama pada jam berangkat kantor dan pulang kantor. Namun demikian macet ke luar kota sampai semula yang membutuhkan 1 - 2 jam menjadi 4 jam adalah hal yang luar biasa. Ini terjadi dalam perjalanan di pagi hari (hari Senin subuh pukul 5) antara Sukabumi dan Bogor. Kendaraan yang hampir mendekati Ciawi (menuju Cikereteg) dengan inisiatif masing-masing mengalihkan pada jalan kecil bahkan belum diaspal. Hal ini menyebabkan macet di kedua arah. Untuk melaluinya mobil harus menunggu dari arah sebaliknya bergantian bisa jalan. Pemandangan yang jarang terjadi namun ini pertanda bahwa jalan antara Sukabumi - Bogor sudah mulai menuju puncak bebannya.


Memang diantara Sukabumi - Bogor ada sedikit jalan putar di Cibadak, Cicurug, Ciawi , Bogor (Cihideung - Cijeruk), namun bagaimanapun juga ada masa waktu tempuh menjadi 2 sampai 3 kalinya. Waktu terbuang percuma, bensin terbuang percuma dan terutama kesempatan/peluang untuk berkembang untuk kota dan kabupaten Sukabumi menjadi hilang (loss of opportunity).


Sejak tahun 1997, pernah 'didengar' akan dibuat jalan tol dan mulai pembebasan. Namun sehubungan krisis banyak pembangunan jalan tol mulai tertunda termasuk dari Bogor ke Sukabumi. Sekarang sudah mulai santer dipublikasikan bahwa dalam 1 -3 tahun ke depan akan mulai dibangun jalan tol secara bertahap, pertama dari Ciawi ke Cicurug dan tahap berikutnya baru ke arah Sukabumi.


Ada 3 hal penting yang berkatian dengan pembangunan jalan tol ini :




  1. Pengembangan potensi di kabupaten dan kotamadya Sukabumi perlu mulai dibenahi dan ditata sejak awal, baik itu dalam bidang pariwisata, perikanan darat dan laut, perkebunan, peternakan, industri, sumber daya manusia, dan aspek ipoleksusbudnya. Sehingga pada saatnya semuanya itu saling berkonstruktif terhadap pembangunan manusia secara umumnya dan merata untuk kepentingan semua penduduk terutama penduduk Sukabumi dan sekitarnya.

  2. Daya dukung jalan di kota Sukabumi perlu dibenahi segera, saat ini tanpa jalan tol pun di kota Sukabumi yang kecil sering ada kemacetan, bagaimana jiak ada jalan tol ? Saya sendiri tidak bisa memikirkan dan membayangkannya jika tidak diantisipasi sejak sekarang ?

  3. Pembangunan jalan tol ini secara umum lebih memberikan dampak positifnya sehingga semua pihak perlu memberikan dukungan yang kondusif terhadap pembangunan jalan tol ini, baik pemerintah, legislator pusat dan daerah, masyarakat yang dilewati, pengusaha dari berbagai bidang dan pemerhati/pengamat yang concern akan kota / kab sukabumi untuk pengembangan dalam jangka panjang.


Moga-moga rencana pembangunan jalan tol kali ini benar-benar terealisasi, jembatan penghubung Jawa - MAdura saja bisa terealisasi, mengapa pembangunan jalan tol yang hanya 60 km tidak terealisasi ?


Semoga