Rabu, 02 Juni 2010

Ujung Genteng : Perjalanan panjang ke pantai samudera

Kabupaten Sukabumi adalah kabupaten terluas di pulau jawa, terdapat lereng gunung, danau, curug, gua, sungai arus liar, perkebunan, perikanan dan pantai samudera. Panjang utara selatan lebih dari 125 km, dan lebar lebih dari 60 km. Sungguh semua pemandangan, petualangan, dan aneka travel bisa diperoleh di sukabumi. Salah satu yang menjadi tujuan rombongan kami adalah ujung genteng. Memang ada pelabuan ratu yang sudah terkenal di seantero dunia. Namun magnet ujung genteng membuat kami datang paling tidak 2 kali ini.


Saya yang pernah tinggal 10 tahun di sukabumi, bahkan orang tua masih tinggal di sukabumi baru menyadari akan potensi besar wisata di sukabumi. Ajakan untuk ikut rombongan menuju ujung genteng dengan segala kemungkinannya saya tanggapai dengan antusias. Perjalanan ini pada akhir Novermber 2009, setelah hari pertama mengunjungi situ gunung yang juga di sukabumi, pagi-pagi kami siap menuju selatan sukabumi. Ujung genteng kami datang.



pantaisukabumi



Jalur menuju ke ujung genteng membuat kami sempat berdebat, ujung-ujungnya berdasarkan pengalaman kami dan hasil wawancara kami dengan pengunjung semua jalur punya tantangan dan kesan tersendiri. Ujung genteng bisa didatangi melalui jalur cikidang, jalur cibadak dan jalur dari kota sukabumi. Petunjuk menuju ke ujung genteng cukup jelas, setidaknya jika bingung tanyakan pada penduduk yang ramah seperti yang semapt kami lakukan pula.





Perjalanan kami yang pertama dari kota sukabumi melalui cibadak menuju pelabuan ratu. Jalannya relatif bagus dan lebar untuk skala jalan di daerah. Secara keseluruhan perjalanan kami tempuh selama 8 jam termasuk berhenti makan dan istirahat sejenak. Kami sempat pula masuk ke pelabuan ratu. Suasana dan pemandangannya di sini sungguh tak kalah menarik, namun sehubungan tujuan kami ujung genteng kami balik kanan kembali menuju tujuan. Ternyata dari arah cibadak sebelum pelabuan ratu, belok ke kiri melalui isitilah penduduk jembatan kuning. Dari belokan ini menuju ujung genteng, sungguh kami menyaksikan dan melalui jalan yang penuh pemandangan. Di sebelah kanan kami bisa meninjau pantai dan samudera, di sebelah kiri dan kanan kami melewati dan melingkari bukit-bukit dengan jalan menaik dan menurun. Suatu pemandangan yang biasa kami lihat deretan perbukitan di kiri atau kanan kami. Sungguh indah pemandangan di Indonesia, salah satunya dalam perjalanan ini.


Kami mencapai ujung genteng ada siang menjelang sore. Tanpa menunggu waktu kami membeli ikan beraneka rupa dan mencari tempat pembakaran ikan. Saking lapar dan lupa waktu kami menikmati makan di pantai dalam kegelapan dengan hanya dibantu sinar mobil kami. Asiik juga mendapatkan kejutan dalam perjalanan ini. OO..lala kami rencana awal tidak mempersiapkan menginap di ujung genteng. Kami belum tahu kalau di ujung genteng cukup tersedia penginapan di sana-sini. Beruntunglah salah satu anggota rombongan pernah praktek kuliah di tempat ini dan mempunyai kenalan yang berbaik hati menyediakan satu ruang rumahnya yang indah untuk tempat menginap kami semua. Kami selamat bisa menginap di salah satu rumah, terima kasih atas budi baik salah satu warga ujung genteng.


Kami baru mengetahui bahwa hasil perikanan samudera di ujung genteng punya unggulan yaitu ikan layurnya salah satu yang terbaik untuk diekspor. Meski ada musimnya namun hasil dari ikan layur di sini dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan di ujung genteng dan sekitarnya.


Sehubungan waktu yang terbatas, di ujung genteng kami hanya menikmati hasil ikan bakarnya, suasana tempat pelelangan ikan, cerita-cerita tempat yang patut dikunjungi di sekitar ujung genteng. Jadilah niat kami untuk datang kembali ke ujung genteng untuk kali berikutnya.


Ujugn Genteng, We'll be back again soon.


Salam Tour Lokasi.



Situ Gunung : Danau, Curug, Area Camping dan Ojek Ekstrim
Ujung Genteng : Perjalanan panjang ke pantai samudera
Ujung Genteng : We Shall Return
Ujung Genteng : Ombak 7, Pulau Keris, Citireum
Ujung Genteng : Pelepasan Tukik dan Penyu Bertelur
Sukabumi : Bergelimang Curug (Air Terjun)

Situ Gunung : Danau, Curug, Area Camping dan Ojek Ekstrim

Perjalanan ke Situ Gunung, Cisaat, Sukabumi adalah perjalanan santai, penuh kenangan dan ternyata ada ekstrim travelnya juga. Rombonngan yang rencananya 2 mobil menjadi hanya 1 mobil saja. Perjalanan di akhir November 2009 ini adalah pada 2 lokasi yaitu situ gunung, cisaat, sukabumi dan ujung genteng di selatan sukabumi. Sudah diwanti-wanti sejak awal, perihal tidur, perjalanan dan makan harus siap dengan segala kemungkinan meski perencanaan dan persiapan sebaik mungkin. Kebetulan untuk tidur di rumah bapak saya di kota sukabumi dengan kondisi rumah seadanya.



twasitugunung



Perjalanan awal ke situ gunung adalah perjalanan santai untuk melihat-lihat curug (air terjun) dan danau. Letak situ gunung adalah sekitar 7 km di utara cisaat (cisaat dari jakarta sekitar 7 km sebelum ke sukabumi). Untuk transportasi dengan kendaraan umum sangat mudah, turun di cisaat atau dari sukabumi cari kendaraan umum menuju cisaat. Cisaat ke arah situ gunung dapat menggunaan kendaraan umum atau ojeg.


Pintu masuk situ gunung ke arah curug sawer (air terjun di situ gunung) harus dilalui dengan berjalan kaki. Disarankan untuk anak kecil, orang tua usia lanjut atau ibu hamil tidak perlu menuju curug sawer. Perjalanannya sungguh menantang, ada jalan mendaki, jalan menurun, melalui batu-batuan, kadang licin dan butuh stamina cukup untuk menempuh setidaknya 1 sampai 2,5 jam, tergantung cuaca dan stamina pejalan kaki. Awalnya rombongan yang menggunakan sepatu, sendal kaki dicopot agar memudahkan perjalanan sampai ke ujung. Memang nafas cukup terengah-engah, namun sesampai di lokasi curug sawer perjuangan di jalan akan impas dengan pemandangan curug yang sungguh mempesona.


Hati-hati disarankan pada saat hujan, terdapat lintah yang sewaktu-waktu bisa menempel di kaki. Jangan kuatir sediakan tembakau (potongan rokok) jika terjadi. Saat kami datang kami terbebas dari adanya lintah ini. Sungguh indah curug sawer yang kami kunjungi, bahkan kami berkesempatan berendam dan merasakan derasnya curahan air terjun ke bawah yang berkecipratan dan membuncah ke mana-mana.




Ada kejadian yang menantang waktu kami kembali dari curug sawer, berhubung kami sudah kecapaian kami naik ojeg. Ola la kami melalui jalan di pinggir bukit dan jurang. Hanya satu motor saja bisa lewat, kondisi sehabis hujan lagi. Kami lihat ada sapi terjatuh dan sekarat di jurang bawah. NGeri juga, ternyata kami naik ojeg ekstrim, tapi mengasikkan, menantang dan penuh kenangan yang cukup menaikkan andrenalin. Syukur kami semua selamat sampai kembali ke gerbang dan menuju ke danau.


Sungguh setiba di tepi danau, suasana tenang, asri dan kedamaian kami rasakan. Keteduhan pohon pinus dan suasana sore yang mendukung membuat perjalanan yang semula menantang berganti dengan suasana ketenangan. Kami seakan-akan berada di luar negeri dengan memandang danau tentang di situ gunung. Perjalanan dari danau ke tempat parkir terpaksa kami jalanin menjelang matahari terbenam. Kami masih ingin merasakan dan menikmati danau situ gunung, apa boleh buat kami harus kembali ke tempat parkir. Kami istirahat ke kota sukabumi untuk diteruskan perjalanan esok pagi-pagi ke ujung genteng nun jauh di selatan sukabumi.


Salam Tour Lokasi



Situ Gunung : Danau, Curug, Area Camping dan Ojek Ekstrim
Ujung Genteng : Perjalanan panjang ke pantai samudera
Ujung Genteng : We Shall Return
Ujung Genteng : Ombak 7, Pulau Keris, Citireum
Ujung Genteng : Pelepasan Tukik dan Penyu Bertelur
Sukabumi : Bergelimang Curug (Air Terjun)