
Saya semula hanya mau ke lokasi di Jakarta Kota dekat dengan Statiun Beos untuk mengantarkan dokumen penting. Ada beberapa alternatif pilihan menuju lokasi dari arah Semanggi, naik taxi, naik ojek atau naik Bus Trans Jakarta disambung kendaraan lain. Untuk naik taxi saya merasa malam itu cukup macet kendaraan di sudirman dari kedua arah baik dari arah kota ke Blok M maupun dari Semanggi ke arah Kota. Naik taxi bukan piliha saya. Naik ojek ? Wah malam begini apalagi jauh juga dari Semangi ke kota, nanti kalau naik ojek punggung saya yang cape dan pinggang saya ototnya tegang. Naik ojek juga bukan piliha saya.Saat ini syukurnya dari arah Blok M - Kota terdapat Bus Trans Jakarta. Terima kasih Bung Yos, pada saat di ujung kepemimpinan Gubernur di Jakarta, meskipun awalnya mendapat tentangan dari banyak pihak, akhirnya Bus Trans Jakarta diminati penduduk jakarta, termsuk saya. Pada saat jalur lalu lintas macet di banyak jalur, justru Bus Tran Jakarta dengan sombongnya menerobos kemacetan pada jalurnya tersendiri.
Setelah sampai ke Statiun ternyata ada ojek sepeda onthel. Wah asiik juga. Antara tega dan tidak tega akhirnya saya naik ojek sepeda onthel. Setahu saya di Jakarta hanya tertinggal beberapa tempat saja ada ojek sepeda onthel ini diantaranya
di kota tua ini dan di daerah tanjung priok.Selain naik sepeda onthel saya bisa melihat dari luar museum wayang yang saat itu tutup. Bisa aksi sini sana untuk melihat suasana Jakarta daerah kota tua dengan pemandangan stasiun, museum dan yang tak terlupakan naik sepeda ontehl. Heheheh...makasih ya Bang udah dikayuh sepedanya.


